News
Sabtu, 3 Feb 2018

SULAWESI TENGAH MENDUKUNG PERHUTANAN SOSIAL

Festival Perhutanan Sosial Nusantara (PESONA) merupakan event yang digagas oleh Direktorat Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (PSKL) dengan didukung penuh oleh penggiat perhutanan sosial.

Festival ini merupakan ajang pertemuan antar stakeholder (Kementerian/Lembaga, NGO/LSM, dunia usaha, Kelompok Kerja Percepatan Perhutanan Sosial, Kelompok Tani/Masyarakat) yang bergerak di bidang Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan, mengembangkan kreatifitas, ajang promosi produk dan sebagai tujuan akhir kemandirian usaha.

“Melalui PeSoNa, di sini kami menyediakan satu ruang untuk berkontribusi bahkan mengkritisi apa yang telah dan akan kami (KLHK) lakukan.  Di sini juga bertemu antara petani, pemegang izin dan hak pengelolaan hutan. Melalui PeSoNA ini, menjadi media promosi produk hasil hutan bukan kayu, bukan hanya kopi, ada gaharu, ada tenun-tenun asli, dan ada sumber-sumber pangan dari hutan,” jelas Direktur Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (PSKL) KLHK, Hadi Daryanto.

Festival Perhutanan Sosial Nusantara ini digelar dari tanggal 6-8 September 2017 oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bertempat di Lingkungan Manggala Wanabakti (Auditorium Dr. Soedjarwo, Ruang Rimbawan II, Plaza dan Taman Arboretum) menyajikan berbagai materi seperti :

1.   Program Pemerintah terkait dengan Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan dalam bentuk Talk Show

2.   Prestasi Kinerja Pengelolaan Perhutanan sosial dan kemitraan lingkungan

3.   Produk – Produk Hasil Petani Hutan

4.   Produk – Produk Reuse/Recycle dari bahan – bahan daur ulang

5.   Kerajinan dan Souvenir hasil turunan Hasil Hutan Bukan Kayu

6.   Dan lain – lain.

Selain pameran yang menampilkan aneka produk hasil hutan ada juga “Santap pesona” yang menghadirkan hidangan yang diolah dari bahan baku hutan. Juga ada Temu Pasar (Buyers meet seller). Kegiatan ini merupakan ajang bertemunya para kelompok tani sebagai penjual dengan calon pembeli.

Salah satu sesi Talk Show yang ditampilkan turut mengundang Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah yang pada kesempatan ini dihadiri langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tengah, Drs. Moh. Hidayat Lamakarate, M.Si.  Sulawesi Tengah dinilai cukup maju dalam mendukung Perhutanan Sosial oleh karena salah satu terobosannya dalam mengimplementasi Perhutanan Sosial secara nyata dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Sulawesi Tengah dan ditindak lanjuti dengan adanya alokasi belanja untuk mendukung Program Perhutanan Sosial.  Diharapkan Sulawesi Tengah dapat menjadi role model bagi provinsi lainnya dalam mendukung target Perhutanan Sosial secara nasional sebesar 12,7 Juta Hektar.(vy81)