Antisipasi Bencana, Pemkab Donggala dan BWS III Sulawesi Normalisasi Aliran Sungai

[PALU] Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng) bekerja sama dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) III Sulawesi menormalisasi sungai-sungai di wilayah itu untuk mengantisipasi terjadinya bencana banjir, tanah longsor maupun kerusakan pantai akibat abrasi.

“Pemkab Donggala lewat Bupadi Kasman Lassa telah mengkomunikasikan dengan BWS III Sulawesi untuk memperhatikan sungai-sungai di Donggala,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Donggal, Akris Fattah Yunus, Jumat (20/10).

Akris mengatakan, kondisi Kabupaten Donggala dikepung oleh sekitar 500 sungai. Hal tersebut rawan menimbulkan bencana sehingga membutuhkan penanganan serius sebagai langkah untuk mengantisipasi kemungkinan buruk yang dapat saja terjadi.

Sejauh ini, kata dia, pihak BWS sudah membangun sejumlah infastruktur untuk menahan abrasi serta penataan sungai di daerah itu.
“BWS III Sulawesi juga telah membangun tanggul pantai di Lembasada, Timbe dan Riopakava untuk mencegah abrasi pantai yang dapat mengurangi resiko bencana,” sebutnya.

Menurutnya, hal tersebut dilakukan karena, daerah tidak memiliki anggaran yang memadai untuk melakukan penataan dan normalisasi sungai.

Dia menyatakan hampir keseluruhan sungai di daerah tersebut terjadi pendangkalan, yang membuat air sungai keluar dari alurnya ketika terjadi hujan deras.
Pendangkalan terjadi dikarenakan adanya kegiatan manusia, yang berdampak terhadap perubahan ekologis di bagian hulu sungai.

"Ada kegiatan penebangan dan perambahan hutan di bagian hulu, yang kemudian itu berpengaruh terhadap sungai-sungaj di Donggala termasuk pendangkalan," ujarnya.

 

© 2019 Sistem Informasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (WEBGIS PDAS) Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Tengah